IKAN MAS

A. Pendahuluan

Ikan mas sangat popular di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Boleh dibilang,sebagai besar masyarakat kita sudah mengenal ikan ini.ikan mas termasuk salah satu komoditi perikanan air tawar yang berkembang sangat pesar dari waktu ke waktu.. ikan mas disukai karena rasa dagingnya enak, gurih, serta mengandung protein yang cukup tinggi. Jika dulu ikan mas hanya diolah dan berbagai bentuk masalah tradisional dan modern lainnya. Karena itu,tidak mengherankan jika banyak rumah makan atau restoran-restoran yang menyajikan ikan ini sebagai menu utama ditinjau dari aspek pasarnaya terlihat ada kecendrungan peningkataan ikan mas konsumsi dari tahun ke tahun. Hal ini terutama terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan beberapa kota besar lain.di tanah air.

Dari segi nilai jual, harga ikan mas biasanya selalu tinggi dibandingkan dengan harga jual ikan air tawar jenis lain. Tingginya harga ini tentunya berkaitan dengan tingginya permintaan harga pasar.

Dari sisi budidaya, tentu saja keadaan tersebut sangat menguntungkan karena tingginya permintaan ikan mas komsumsi akan di ikuti dengan peningkatan permintaan benih, baik untuk benih yang akan dipelihara untuk kegiatan pedederan, maupun benih yang akan di pelihara untuk kegiatan pembesaran karena itu tidak mengherankan jika para peternak ikan saling berlomba untuk membudidaya ikan mas.

B. Pemeliharaan induk

Ciri-ciri calon induk yang baik adalah sebagai berikut:

Q Sehat,tidak cacat dan tidak terluka.

Q Umur induk 1,5-3thn.

Q Sisik tersebar teratur dan berukuran agak besar.

Q Sisik tidak terluka dan tidak cacat.

Q Bentuk dan ukuran tubuh seimbang, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.

Q Tubuh tidak terlalu keras dan terlalu lembek.

Q Perut lebar dan datar.

Q Ukuran tubuh relatif tinggi.

Q Bentuk ekor normal, cepat terbuka, pangkal ekor relatif lebar dan tebal

Q Kepala relatif kecil dan moncongnya lancip, terutama pada induk betina. Sebab, jumlah telur ikan mas yang berkepala kecil biasanya lebih banyak dari pada ikan yang berkepala besar.

Q Jarak lubang dubur relatif dekat dengan pangkal ekor .

C. Persiapan kolam pemijah

Kolam pemijahan sebaiknya berupa kolam yang dasar dan dindingnya terbuat dari tembok, sehingga mudah dalam pengeringan dan pengisian air. Luas kolam pemijahan 20-50m2 dan ketinggian air rata-rata 75 cm.kolam di keringkan selama 2-3 hariuntuk merangsang atau mempercepat proses pemijahan.

Selanjutnya, kolam diisi air yang bersih dan jernih sampai setinggi 75 cm. Air kolam pemijahan harus benar-benar bersih dan jernih, supaya kotoran tidak menempel pada telur-telur ikan yang ada di di kakaban.

D. Pemilihan induk matang gonad

Induk yang di pelihara didalam kolam pematangan induk selama 1,5 bulan. Bobot induk jantan 0,5-2 kg/ekor dan bobot induk betina 1,5-4 kg/ekor.

Ciri-ciri induk betina:

Q Bagian perut tampak gendutdan tampak menggelambir.

Q Perutnya terasa lembek kalau diraba

Ciri-ciri induk jantan

Q Keluar sperma yang berwarna putih jika daerah urogennitalanya dipijit

E. Pemijahan secara intensif

Q Pemijahan secara alami

Pemijahan dilakukan didalam kolam pemijahan. Dasar kolam tidak boleh berlumpur atau berbatu. Sebelum dilakukan pemijahan, kolam dikeringkan terlebih dahulu selama tiga hari. Ukuran kolam pemijahan yang digunakan untuk pemijahan secara alami dengan menggunakan hapa adalah 3x5x1 m. Kolam tersebut dapat diisi tiga buah hapa berukuran 1x1x1 m atau 1x2x1 m

Q Pemijahan secara hipofisasi

Hipofisasi adalah teknik perangsangan pemijaha dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa ke induk yang akan dipijahkan.

Tujuan teknik hifofisasi adalah mempercepat terjadinya pemijahan sehingga resiko induk tidak memijah induk semakin berkurang, dan merancang terjadi pemijahan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

F. Penetasan telur dan perawatan larva

Di kolampemijahan, kakaban yang sudah dipenuhi telur di biarkan selama 2-3 hari.biasanya telur –telur akan menetas.

G. Pedederan

Pedederan meliputi kegiatan pemeliharaan benih berukuran 1-3 cm yang berasal dari pembenihan. Benih ini dipelihara hingga berukuran 3-5 cm (pendederan 1) atau 5-8 cm (pendederan 2). Pendederan 1 dilakukan selama 3 minggu dan dilanjutkan ke pedederan 2 dan juga dilakukan selama 3 minggu. Pendederan dapat dilakukan dikolam tembokyang dasarnya tahan atau kolam tanah seluruhnya.

Pada pedederan 1, pakan yang diberikan berupa pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami dapat ditumbuhkan dikolam dengan meningkatkan kesuburan dengan cara pemupuk menggunakan kotoran ayam senbanyak 250-500 gram/m2. sementara itu, pakan tambahan yang diberikan berupa pelet dalam bentuk tepung atau pelet yang dibasahi air. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari sebanyak 3-5%/hari dari total benih yang dipelihara.

Pada pendederan 2 pakan yang diberikan berupa pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami yang ditumbuhkan dengan cara memupuk kolam dengan kotoran ayam sebanyak 259-500 gram/m2 . TSP dan urea masing-masing 8-10gram/m2 dan kapur pertanian sebanyak 15-25 gram/m2 pakan tambahan yang paling cocok diberikan adalah pelet berukuran kecil yang sesuai dengan bukaan mulut ikan mas. Pemberian pakan ikan tersebut dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebanyak 3-5% dari berat total benih yang dipelihara.

H. Pembesaran

a) jaring apung

a. persiapan jaring

Jaring yang akan digunakan di pastikan bersih dan tidak ada yang robek.

b. penebaran benih

penebaran benih ikan mas dilakukan pada pagi dan sore hari.

c. Pemeliharaan

Selama masa pemeliharaaan, ikan mas diberi makan pelet. Pelet yang diberikan untuk ikan mas minimal harus mengandung 30% protein agar pertumbuhan ikan ikan tidak terganggu.

d. Pemanenan

Pemanenan dilakukan pada malam hari atau menjelang pagi agar ikan mas sampai ke konsumen masih dalam kadaan segar.

I. Hama dan penyakit

  1. Hama

Jenis hama yang sering menyerang ikan mas adalah biawak, ular, linsang, kodok, dan beberapa jenis burung.

Jenis hama yang sering menyerang benih ikan mas yang berukuran kecil yaitu: ucrit, notonoecta, dan kini-kini.

  1. Penyakit

Penyakit terbagi 2 yaitu: jasad hidup dan jasad mati.

Q Jasad hidup (parasit yang seperti jamur, virus, bakteri, protozoa,cacing dan udang renik)

Q Jasad mati (sifak fisika air, sifat kimia air, dan pakan yang kurang cocok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.